Bahasa & Sastra Indonesia

Mengenal Hikayat dan Karya Sastra Berbagai Angkatan

Mengenal Hikayat dan Karya Sastra Berbagai Angkatan – Hikayat merupakan karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah. Cerita hikayat bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu, dibaca untuk pelipur lara, dan pembangkit semangat juang atau sekedar untuk meramaikan pesta.

Hikayat mengandung unsur intrinsik dan ekstrinsik. Untuk intrinsik dan ekstrinsik hikayat sama dengan unsur novel dan cerpen. Selain hikayat, ada pula karya sastra prosa, puisi, dan drama indonesia berbagai angkatan. Karya sastra tersebut (prosa dan drama) juga memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik yang sama dengan unsur novel dan cerpen.

Karya sastra di Indonesia terbagi menjadi beberapa angkatan.

  1. Angkatan Balai Pustaka (Angkatan 20-an) – Sastrawan yang terkenal pada masa ini adalah Merari Siregar (Azab dan Sengsara) dan Marah Rusli (Sitti Nurbaya).
  2. Angkatan Pujangga Baru (Angkatan 30-an) – Sastrawan yang terkenal pada masa ini adalah Sutan Takdir Alisyahbana (Layar Terkembang) dan Amir Hamzah (Nyanyi Sunyi, Buah Rindu).
  3. Angkatan ’45 – Sastrawan yang terkenal adalah Chairil Anwar (Deru Campur Debu).
  4. Angkatan ’66 – Sastrawan yang terkenal W.S. Rendra (Blues untuk Bonie dan Ballada Orang-orang Tercinta) dan Taufiq Ismail (Tirani dan Benteng).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *