Bahasa & Sastra Indonesia

Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik Dalam Sebuah Cerpen

Masalah dalam cerita memunculkan konflik. Konflik merupakan pertemuan atau benturan antara dua kekuatan yang berlawanan. Masalah dibedakan menjadi dua macam, yaitu masalah dari luar (fisik) dan dari dalam (batin).

Masalah dari luar (fisik)

Masalah dari luar terjadi antara tokoh dengan sesuatu diluar dirinya. Masalah ini bisa terjadi dengan lingkungan ataupun manusia. Masalah dari luar dibagi menjadi dua.

  1. Masalah fisik – Masalah yang disebabkan oleh benturan antara tokoh dengan lingkungan. Misalnya, konflik yang dialami tokoh akibat bencana alam.
  2. Masalah sosial – Masalah yang muncul karena hubungan antar manusia. Misalnya, masalah pertikaian, perebutan, atau perceraian.

Masalah dari dalam (batin)

Masalah batin timbul dari dalam diri tokoh. Masalah ini terjadi antara tokoh dengan dirinya sendiri.

Masalah merupakan salah satu unsur intrinsik dalam sebuah cerpen. Unsur intrinsik merupakan unsur yang membangun cerita dari dalam. Selain masalah, unsur intrinsik sebuah cerpen bisa berasal dari:

  1. Tema – Pokok pikiran
  2. Amanat – Pesan yang ingin disampaikan penulis
  3. Alur – Rangkaian peristiwa yang membentuk cerita dengan dasar hubungan sebab akibat.
  4. Perwatakan – Cara pengarang menggambarkan watak tokoh.
  5. Latar – Keterangan tentang tempat, sosial, waktu, dan situasi.
  6. Gaya bahasa – Corak pemakaian bahasa.
  7. Sudut pandang – Cara pandang pengarang dalam menyikapi tokoh.

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang mendukung cerita dari luar, tetapi mempengaruhi cerita.

Unsur ekstrinsik, antara lain:

  1. Riwayat pribadi pengarang.
  2. Nilai kehidupan masyarakat tempat karya sastra diciptakan.
  3. Religi.
  4. Budaya.
  5. Pendidikan pengarang.
  6. Adat dalam masyarakat.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *